Indonesia, Mari Kita Hentikan “Trending Topic” Sampah Itu….!

Twitter, mungkin suatu istilah yang tidak asing lagi dengan kita. Dan bahkan bisa jadi kita adalah salah satu pengguna yang cukup sering menjelajahi jejaring sosial yang satu ini. Pada ‘coretan’ yang singkat ini kita tidak ingin membicarakan tentang siapa yang menciptakan Twitter, kapan Twitter mulai diluncurkan?, Berapa pengguna Twitter saat ini? dan berbagai hal umum lainnya tentang Twitter. Adalah tentang trending topic yang akan kita bahas. Ya, trending topic, yakni sebuah topik pembicaraan yang menguasai jejaring ini pada suatu rentang waktu tertentu.

Apakah anda termasuk orang yang terperangah ketika mendapati trending topic yang agak aneh? Jika jawabannya ya, artinya bisa jadi anda merasakan hal yang sama dengan saya. Kita cukup sering disuguhi dengan trending topic ala Indonesia, ada yang (menurut saya) bersifat positif dan tentunya juga yang bersifat negatif. Akan tetapi, sejauh yang saya ketahui trending topic ala Indonesia ini lebih banyak yang tidak bermanfaat kalau tidak ingin dikatakan ‘memalukan’. Mengapa? Coba anda bayangkan ketika “SBY Kafir”, “Tabok Selena”, “Dinikahin Justin” dan masih banyak lagi yang lebih parah dengan bahasa alaynya menjadi trending topic Twitter di dunia. Orang-orang (termasuk pengguna Twitter dari negara lain) akan bertanya tentang makna dari topik tersebut. Bahkan tidak jarang dari mereka kesal dengan trending topic yang asal ini. “Indonesia kurang kerjaan,” demikian terkadang gerutu mereka. Sebagian dari kita malah bangga dengan hal tersebut, tidak jarang juga kita membaca komentar “Wow…,” dari pengguna Twitter asal Indonesia menanggapi trending topic yang tidak lucu ini.


















Apa yang bisa kita banggakan dengan trending topic semacam hal di atas? Jika tidak ada, berhentilah membuat trending topic sampah itu. Mengapa kita tidak buat saja trending topic yang membanggakan seperti yang pernah ada, seperti: “Indonesia Unite”, “Support Timnas” dan masih banyak lagi. Bukankah kita mempunyai banyak hal yang pantas untuk kita banggakan? Begitu kayanya kebudayaan kita, begitu banyaknya tempat-tempat menarik di Indonesia, begitu banyaknya juara-juara olimpiade sains dari Indonesia. Mengapa kita tidak membanggakan hal itu..? Mari, hentikan trending topic sampah itu, mari ktia bangga untuk sesuatu yang memang yang layak kita banggakan! Indonesia Bisa…!


Bukan Berat Beban yang Membuat Kita Stress, Tetapi Lamanya Kita Memikul Beban Tersebut

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut perkiraan anda segelas air ini?" 
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. 
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
 
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

 "Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
 istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi.
 
Jadi sebelum pulang ke rumah dari tempat anda bekerja, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya... 
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Di SAMSAT Kepri, Kesabaran & Mental Kita Diuji

Senin, 4 April 2011, saya harus berurusan dengan instansi ini untuk pembayaran Pajak sekalian ganti STNK.
Di awal Saya beranggapan bahwa waktu 2 jam waktu yang cukup menurut saya untuk meyelesaikan urusan saya, dan saya pun memutuskan tidak perlu cuti, cukup ijin sekitar 2 jam saja dari tempat saya bekerja. Namun apa yang terjadi? Inilah prosedur yang harus saya lalui:
1. Pengambilan Formulir Cek Fisik
Butuh setidaknya 15-20 menit waktu di loket ini

2. Cek Fisik Kendaraan Bermotor
Petugas cek fisik melakukan tugasnya dengan sigap, tanpa kita bilangin juga kita pasti akan ditanyakan.
Setelah selesai, "Sudah selesai Pak, kasih seikhlasnya saja" terdengar suara dari petugas. Utk urusan ini, tanpa ddibilang seperti itu pun saya pasti akan memberikannya uang, daripada kita cek fisik sendiri.

3. Pengesahan Berkas
Silahkan ditunggu 10-15 Menit

4. Fotocopi Berkas yang Sudah Disahkan
Jika anda kurang berkenan utk memotocopi di luar, silahkan berdesakan dan harap sabar menunggu 20-30 menit. Biaya fotokopinya Rp 600/lembar (harga ini yang dibebankan ke saya)

5. Pemeriksaan Berkas
Untuk mendapatkan formulir Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor (SPPKB) dan Formulir Permohonan STNK. Sangat cepat, ga nyampai 2 menit.

6. Pembanyaran Permohonan Pembuatan STNK di loket Bank BRI
Bianyanya Rp 80.000,- (tergantung jenis kendaraan kita)Tinggalkan berkas, dan silahkan menunggu 20-30 menit

7. Pendaftaran di ruang arsip
Berkas tetap kita pegang, silahkan menunggu sementara petugas mencari berkas kita di gudang arsipAgak lama, maklum berkas di SAMSAT itu sangat banyak dan bisa jadi sistem penyimpanannya agak kacau karena keterbatasan ruang arsip. Siapa yang tahu?
Butuh 1,5 - 2 jam untuk menemukan berkas kita. Jika kita sudah dipangil, serahkan berkas anda (Ingat: BPKB tetap kita yang pegang)

8. Penelitian Berkas
Disinilah puncaknya kesabaran kita diuji, relakan waktu anda setidaknya 2,5-4 Jam di loket ini. Tetap perhatikan, jangan sampai anda sudah dipanggil tapi anda tidak mendengarnya. Wah..ga kebayang deh klu sampai terlewat. 

9. Pembayaran Pajak
Urusan ini kita selesaikan di loket Bank BUKOPIN, butuh waktu +/- 1 jam menunggu nama kita dipanggil

10. Pegambilan STNK
Tetap menunggu +/- 1 Jam-an juga

11. Perubahan Nama atau NOPOL di BPKB
Hal ini jika nama atau nopol Kendaraan anda harus dirubah pada BPKP (mis: balik nama). Kemungkinan anda harus kembali esok hari, karena loket tutup sebelum jam 16.00

12. Pembuatan Plat Kendaraan Bermotor
Untuk saat ini, khusus kendaraan bermotor roda dua plat tidak tersedia. Silahkan datang bulan depan 

Kisah di atas adalah kisah yang saya alami, dan apa yang saya alami juga dialami oleh kawan2 yang kebetulan juga sedang berurusan di hari yang sama. Saya tidak tau apa penyebabnya. Apakah ada imbas dari perubahan plat mobil dari seri-X ke seri Z yang sedang diterapkan saat ini? Atau Apakah sistemnya yang bermasalah? atau Apakah SDM-nya yang tidak kompeten? Biarlah SAMSAT dan aparat pemerintah ini yang menjawab.

 Yang pasti kita harus siapkan segala sesuatunya sebelum berurusan dengan SAMSAT, seperti komentar salah satu teman saya di status facebook saya sebelumnya, begini komentarnya:
"jangan lupa sediain uang untuk Ft copy n beli makanan atau koran utk di baca, (belum ada aturan yang melarang, mungkin boleh juga bawa bantal dan kasur karena berjam-jam akan menunggu, yang senang music bawalah hp yg bisa mp3 beserta headsetnya biar ga ganggu org lain) itu mungkin tambahan dari yang sudah disebutin bung nadeak, satu pesan saya "jangan pernah sungkan bertanya kepada petugas loket setelah ini saya kemana/berurusan di loket mana???" oke take care Gbu"

Ok, bagi anda yang akan atau sedang berurusan dengan SAMSAT Kepri, sudahkan Mental dan Kesabaran anda siap untuk diuji? Semoga saya dan anda tidak mengalaminya. lagi...! Amin.

Inspirasi: Zhang Da, Pemuda China yang Luar Biasa...!

Di Provinsi Zhejiang, China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya sangat besar kepada Papanya. Hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang tinggi kepadanya. 

Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telahmelakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

 Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

 Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit. Sejak umur 10 tahun, ia mulai bertanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da Menyuntik Sendiri Papanya

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Kita sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi kita baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, saya pun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, nanti kalau besar mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu" Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!" demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap. Banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, kita tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya?, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit?, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan maka semua yg melihatnya akan membantunya? Sungguh kita tidak mengerti, tapi yang kita tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. "Aku Mau Mama Kembali", sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya. Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi pada diri kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap- tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….bangkitlah! Karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.