Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Surat Buat Pengurus PSSI

Yang terhormat Pimpinan PSSI

Salam sejahtera bagi kita semua...

Pak Djohar Arfin Husein yang terhormat, belum genap seminggu kepemimpinan Bapak di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Pak Dohar beserta jajaran komite eksekutif telah berhasil memberikan sebuah kejutan yang tidak lucu menurut kami penggemar sepakbola Indonesia. Bagaimana tidak, Bapak dengan alasan yang terkesan dibuat-buat mendepak Alfred Riedl dari kursi pelatih Tim Nasional Indonesia. Kejutan ini jadi lebih terasa menyakitkan mengingat dalam waktu dekat TIMNAS harus berjibaku dalam ajang Pra Piala Dunia menghadapi Turkmenistan.

Mungkin kami hanya sebagian dari masyarakat bodoh yang entah kenapa begitu mencintai sepakbola Indonesia dan ingin melihat sepakbola Indonesia berdiri sejajar di lapangan hijau dan di luar lapangan setidaknya untuk kawasan Asia, jika terlalu muluk-muluk untuk berkeinginan di tingkat dunia.

Kami mengetahui (lewat media) bahwa Bapak, dkk terpilih secara sah lewat Kongres Luar Biasa yang diadakan belum lama ini. Kami merasa sangat bersyukur atas terpilihnya Bapak, setidaknya kami tidak melihat mimpi buruk itu menimpa PSSI lewat sanksi yang kemungkinan dijatuhkan FIFA jika kongres gagal.

Kembali lagi ke 'surprise' yang baru Bapak, dkk berikan.
Sejujurnya kami tidak dapat memahami keputusan yang Bapak ambil dengan memecat Alfred Riedl. Berhembus kabar, alasannya adalah karena Pak Alfred Riedl tidak mempunyai kontrak dengan PSSI, Bapak tidak menemukan kontrak Alfred Riedl di PSSI, satu lagi kabarnya Pak Alfred Riedl hanya dikontrak secara personal dengan Bpk. Nirwan D. Bakrie yang kebetulan juga sebagai wakil ketua umum pada saat itu.

Kami sgt mendukung hal ini jika dilakukan demi pembenahan dan penataan kembali di tubuh PSSI. Akan tetapi kami kecewa, langkah-langkah ini diambil terkesan tanpa ada konfirmasi dengan pengurus PSSI yang lama dan dengan Alfred Riedl sendiri untuk memahami duduk persoalan.

Sejatinya Pak Alfred Riedl tidak terlalu mengecewakan jika tidak ingin Bapak anggap berprestasi selama kurang lebih 1 tahun menukangi Timnas Indonesia. Kami berkeyakinan dia sangat dicintai (baca: dihormati) para pemain dan juga dicintai oleh para penikmat bola di tanah air. Sikap disiplin dan tegas yang menjadi ciri khas Pak Alfred Riedl sangat dibutuhkan dalam sepakbola.

Masih segar dalam ingatan kita, pada perhelatan AFF Suzuki Cup di bulan Desember tahun lalu, betapa sepakbola kita seakan terlahir kembali, euforia dimana-mana, lagu Garuda di Dadaku begema di setiap sudut penjuru tanah air, yel-yel Indonesia....Indonesia...membahana, rasa bangga dan haru berkobar tak kala lagu Indonesia Raya berkumandang sebelum pertandingan dimulai.
Karena apa?
Karena Timnas yang selama ini menjadi bahan ejekan menjelma menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa.
Karena siapa?
Tentu karena para Laskar Garuda yang bermain sepakbola, bukan berpolitik.

Tentu karena didukung juga oleh seorang pelatih bertangan dingin, dialah Alfred Riedl. Pelatih yang masih diharapkan para pemain dan masyarakat pecinta sepakbola nasional menukangi Timnas.

Tanpa bermaksud mengesampingkan jasa dan upaya pihak-pihak terkait yang berbuat untuk TIMNAS, beliaulah (Alfred Riedl) yang setidaknya berjasa besar untuk kebesaran TIMNAS akhir-akhir ini????

Jika memang alasan bapak memecat Alfred Riedl adalah karena Alfred Riedl tidak mempunyai kontrak resmi dengan PSSI, Bapak bisa membuat kontrak baru Alfred Riedl dengan PSSI bukan?

Kami hanyalah orang 'kecil' yang tidak mempunyai kekuasaan apa-apa, akan tetapi bukan berarti kami juga tidak berhak untuk mengetahui duduk persoalan yang berkepanjangan ini. Jika memang benar alasan Bapak dalam hal pemecatan Pak Alfred Riedl, saya hanya berharap Bapak bisa buktikan kebenarannya kepada kami masyarakat Indonesia. Kami butuh keterbukaan dan kami butuh transparansi.

Selamat bertugas buat Bapak dan kepada para anggota 'kabinet'. Semoga dibawah kepemimpinan Bapak, sepakbola tidak menjadi alat politik. Terimakasih

"...Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang.
Kobarkan semangatmu, tunjukkan sportifitasmu
Ku yakin hari ini pasti menang..."

Salam

Indonesia, Mari Kita Hentikan “Trending Topic” Sampah Itu….!

Twitter, mungkin suatu istilah yang tidak asing lagi dengan kita. Dan bahkan bisa jadi kita adalah salah satu pengguna yang cukup sering menjelajahi jejaring sosial yang satu ini. Pada ‘coretan’ yang singkat ini kita tidak ingin membicarakan tentang siapa yang menciptakan Twitter, kapan Twitter mulai diluncurkan?, Berapa pengguna Twitter saat ini? dan berbagai hal umum lainnya tentang Twitter. Adalah tentang trending topic yang akan kita bahas. Ya, trending topic, yakni sebuah topik pembicaraan yang menguasai jejaring ini pada suatu rentang waktu tertentu.

Apakah anda termasuk orang yang terperangah ketika mendapati trending topic yang agak aneh? Jika jawabannya ya, artinya bisa jadi anda merasakan hal yang sama dengan saya. Kita cukup sering disuguhi dengan trending topic ala Indonesia, ada yang (menurut saya) bersifat positif dan tentunya juga yang bersifat negatif. Akan tetapi, sejauh yang saya ketahui trending topic ala Indonesia ini lebih banyak yang tidak bermanfaat kalau tidak ingin dikatakan ‘memalukan’. Mengapa? Coba anda bayangkan ketika “SBY Kafir”, “Tabok Selena”, “Dinikahin Justin” dan masih banyak lagi yang lebih parah dengan bahasa alaynya menjadi trending topic Twitter di dunia. Orang-orang (termasuk pengguna Twitter dari negara lain) akan bertanya tentang makna dari topik tersebut. Bahkan tidak jarang dari mereka kesal dengan trending topic yang asal ini. “Indonesia kurang kerjaan,” demikian terkadang gerutu mereka. Sebagian dari kita malah bangga dengan hal tersebut, tidak jarang juga kita membaca komentar “Wow…,” dari pengguna Twitter asal Indonesia menanggapi trending topic yang tidak lucu ini.


















Apa yang bisa kita banggakan dengan trending topic semacam hal di atas? Jika tidak ada, berhentilah membuat trending topic sampah itu. Mengapa kita tidak buat saja trending topic yang membanggakan seperti yang pernah ada, seperti: “Indonesia Unite”, “Support Timnas” dan masih banyak lagi. Bukankah kita mempunyai banyak hal yang pantas untuk kita banggakan? Begitu kayanya kebudayaan kita, begitu banyaknya tempat-tempat menarik di Indonesia, begitu banyaknya juara-juara olimpiade sains dari Indonesia. Mengapa kita tidak membanggakan hal itu..? Mari, hentikan trending topic sampah itu, mari ktia bangga untuk sesuatu yang memang yang layak kita banggakan! Indonesia Bisa…!


Di SAMSAT Kepri, Kesabaran & Mental Kita Diuji

Senin, 4 April 2011, saya harus berurusan dengan instansi ini untuk pembayaran Pajak sekalian ganti STNK.
Di awal Saya beranggapan bahwa waktu 2 jam waktu yang cukup menurut saya untuk meyelesaikan urusan saya, dan saya pun memutuskan tidak perlu cuti, cukup ijin sekitar 2 jam saja dari tempat saya bekerja. Namun apa yang terjadi? Inilah prosedur yang harus saya lalui:
1. Pengambilan Formulir Cek Fisik
Butuh setidaknya 15-20 menit waktu di loket ini

2. Cek Fisik Kendaraan Bermotor
Petugas cek fisik melakukan tugasnya dengan sigap, tanpa kita bilangin juga kita pasti akan ditanyakan.
Setelah selesai, "Sudah selesai Pak, kasih seikhlasnya saja" terdengar suara dari petugas. Utk urusan ini, tanpa ddibilang seperti itu pun saya pasti akan memberikannya uang, daripada kita cek fisik sendiri.

3. Pengesahan Berkas
Silahkan ditunggu 10-15 Menit

4. Fotocopi Berkas yang Sudah Disahkan
Jika anda kurang berkenan utk memotocopi di luar, silahkan berdesakan dan harap sabar menunggu 20-30 menit. Biaya fotokopinya Rp 600/lembar (harga ini yang dibebankan ke saya)

5. Pemeriksaan Berkas
Untuk mendapatkan formulir Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor (SPPKB) dan Formulir Permohonan STNK. Sangat cepat, ga nyampai 2 menit.

6. Pembanyaran Permohonan Pembuatan STNK di loket Bank BRI
Bianyanya Rp 80.000,- (tergantung jenis kendaraan kita)Tinggalkan berkas, dan silahkan menunggu 20-30 menit

7. Pendaftaran di ruang arsip
Berkas tetap kita pegang, silahkan menunggu sementara petugas mencari berkas kita di gudang arsipAgak lama, maklum berkas di SAMSAT itu sangat banyak dan bisa jadi sistem penyimpanannya agak kacau karena keterbatasan ruang arsip. Siapa yang tahu?
Butuh 1,5 - 2 jam untuk menemukan berkas kita. Jika kita sudah dipangil, serahkan berkas anda (Ingat: BPKB tetap kita yang pegang)

8. Penelitian Berkas
Disinilah puncaknya kesabaran kita diuji, relakan waktu anda setidaknya 2,5-4 Jam di loket ini. Tetap perhatikan, jangan sampai anda sudah dipanggil tapi anda tidak mendengarnya. Wah..ga kebayang deh klu sampai terlewat. 

9. Pembayaran Pajak
Urusan ini kita selesaikan di loket Bank BUKOPIN, butuh waktu +/- 1 jam menunggu nama kita dipanggil

10. Pegambilan STNK
Tetap menunggu +/- 1 Jam-an juga

11. Perubahan Nama atau NOPOL di BPKB
Hal ini jika nama atau nopol Kendaraan anda harus dirubah pada BPKP (mis: balik nama). Kemungkinan anda harus kembali esok hari, karena loket tutup sebelum jam 16.00

12. Pembuatan Plat Kendaraan Bermotor
Untuk saat ini, khusus kendaraan bermotor roda dua plat tidak tersedia. Silahkan datang bulan depan 

Kisah di atas adalah kisah yang saya alami, dan apa yang saya alami juga dialami oleh kawan2 yang kebetulan juga sedang berurusan di hari yang sama. Saya tidak tau apa penyebabnya. Apakah ada imbas dari perubahan plat mobil dari seri-X ke seri Z yang sedang diterapkan saat ini? Atau Apakah sistemnya yang bermasalah? atau Apakah SDM-nya yang tidak kompeten? Biarlah SAMSAT dan aparat pemerintah ini yang menjawab.

 Yang pasti kita harus siapkan segala sesuatunya sebelum berurusan dengan SAMSAT, seperti komentar salah satu teman saya di status facebook saya sebelumnya, begini komentarnya:
"jangan lupa sediain uang untuk Ft copy n beli makanan atau koran utk di baca, (belum ada aturan yang melarang, mungkin boleh juga bawa bantal dan kasur karena berjam-jam akan menunggu, yang senang music bawalah hp yg bisa mp3 beserta headsetnya biar ga ganggu org lain) itu mungkin tambahan dari yang sudah disebutin bung nadeak, satu pesan saya "jangan pernah sungkan bertanya kepada petugas loket setelah ini saya kemana/berurusan di loket mana???" oke take care Gbu"

Ok, bagi anda yang akan atau sedang berurusan dengan SAMSAT Kepri, sudahkan Mental dan Kesabaran anda siap untuk diuji? Semoga saya dan anda tidak mengalaminya. lagi...! Amin.