Tampilkan postingan dengan label adirisno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adirisno. Tampilkan semua postingan

Membuat Fungsi “TERBILANG” pada Microsoft Excel

Ini salah satu cara bagaimana menerjemahkan angka ke dalam kata-kata dengan Visual Basic for Application dan nantinya akan dikenali sebagai macro. Fungsi dalam list program yang dipakai nantinya sebenarnya dapat digunakan pada aplikasi MS Office atau aplikasi Visual Basic lainnya namun pada bahasan ini dibatasi pada penggunaan dalam aplikasi MS Excel karena keterbatasan pengetahuan penulis. Bagi yang sudah terbiasa pada penggunaan Visual Basic Editor pada MS Excel dapat langsung ke bagian list program.

Fungsi tersebut akan berguna:
Menerjemahkan angka ke dalam kata-kata sampai dengan 15 digit termasuk nilai desimal (ratusan triliun apabila tanpa nilai desimal). Angka 15 digit ini merupakan nilai yang dapat ditampung MS Excel sebelum dirubah ke nilai exponen.
Desimal yang diterjemahkan sampai dengan dua angka dibelakang koma.
Mengenal 4 Style, yaitu cara penulisan huruf besar/kecil-nya.
Bebas menggunakan satuan yang diinginkan.

Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
  • Buka aplikasi MS Excel, apabila secara otomatis tidak muncul workbook baru (atau Book 1) maka bukalah Workbook baru dari File > New… (Ctrl+N);
  • Pada workbook baru pada sheet mana saja pilihlah Tools > Macro > Visual Basic Editor atau dengan shortcut Alt+F11.
  • Setelah itu akan muncul window baru bertitle Microsoft Visual Basic. Pilih Insert > Module. Pada Module 1 yang baru dibuat, letakkan kursor pada bagian Code. Apabila belum muncul atau beralih ke bagian tersebut pilih View > Code (F7).
  • Pada lembar kosong tersebut copy paste-kan list program dibawah ini 



Inspirasi: Qianjin Menulis Novel dengan Bibir

Banyak jalan menuju Roma. Mungkin itu yang membuat Wang Qianjin tak mengubur mimpinya menjadi penulis novel. Meski tangannya lumpuh, ia masih bisa mengandalkan gerak bibir untuk menulis kisahnya huruf demi huruf ke layar komputer.
Gadis 18 tahun asal Zhenjiang, Provinsi Jiangsu, China bagian timur, itu menderita lumpuh otak atau cerebral palsy. 
Selain sulit menggerakkan tangan, penyakit itu juga membuat Wang kesulitan berkomunikasi. Ia hanya mengandalkan komputer untuk berhubungan dengan dunia luar.

Meski tak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah, ia sangat fasih berkomunikasi dalam bahasa China, walau lewat ketikan di layar komputer. Ia juga memahami bahasa Jepang dan Korea.
“Saya banyak menonton drama TV yang ada tulisan terjemahannya di layar. Saya mempelajari itu sekaligus pengucapannya. Saya selalu ingat semua setelah menontonnya sekali,” katanya seperti dikutip dari laman orange.co.uk.
 
Hanya bisa berkomunikasi melalui komputer, Wang sangat menikmati dunia maya. Ia menulis banyak kisah dengan nama samaran ‘The Exiles Fairy’. Karya terbarunya, kisah cinta sepanjang 200 ribu karakter yang menggambarkan perjalanan seorang gadis dari keluarga kaya yang jatuh cinta dengan seorang gangster.
Ia mengunggah kisahnya bab demi bab. Mendatangkan lebih 340 ribu pengakses. “Banyak pembaca meninggalkan pesan untuk saya, meminta saya untuk meng-update lebih cepat, tapi saya hanya bisa menulis secepat saya bisa,” katanya.

Kini, ia berjuang keras menyelesaikan novelnya sesuai kontrak dengan seorang penerbit online yang menggandengnya. “Saya menulis mulai jam 9 pagi hingga 1 malam. Selain makan dan tidur, saya menghabiskan seluruh waktu saya di depan komputer.”
Ayahnya, Wang Yunqi, baru menyadari bakat dan kehebatan putrinya setelah seorang penerbit online menawarkan kontrak kerja sama untuk sebuah novel. “Dia hanya tinggal di rumah dan tidak pernah sekolah. Sulit untuk percaya bahwa dia dapat menulis, bahkan menulis novel,” kata sang ayah.
Celebral palsy merupakan penyakit yang ditandai dengan terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan berpikir.
Penyebabnya belum dapat dipastikan. Namun, banyak yang beranggapan terjadi akibat kelahiran prematur sehingga bagian otak belum berkembang sempurna, bayi lahir tidak langsung menangis sehingga otak kekurangan oksigen, atau adanya cacat tulang belakang dan pendarahan di otak.

Terlepas tingkat keparahan penyakit itu, sosok Wang telah menginspirasi banyak orang untuk tak menyerah dengan keadaan.

Sumber: Tribun Batam

Indonesia, Mari Kita Hentikan “Trending Topic” Sampah Itu….!

Twitter, mungkin suatu istilah yang tidak asing lagi dengan kita. Dan bahkan bisa jadi kita adalah salah satu pengguna yang cukup sering menjelajahi jejaring sosial yang satu ini. Pada ‘coretan’ yang singkat ini kita tidak ingin membicarakan tentang siapa yang menciptakan Twitter, kapan Twitter mulai diluncurkan?, Berapa pengguna Twitter saat ini? dan berbagai hal umum lainnya tentang Twitter. Adalah tentang trending topic yang akan kita bahas. Ya, trending topic, yakni sebuah topik pembicaraan yang menguasai jejaring ini pada suatu rentang waktu tertentu.

Apakah anda termasuk orang yang terperangah ketika mendapati trending topic yang agak aneh? Jika jawabannya ya, artinya bisa jadi anda merasakan hal yang sama dengan saya. Kita cukup sering disuguhi dengan trending topic ala Indonesia, ada yang (menurut saya) bersifat positif dan tentunya juga yang bersifat negatif. Akan tetapi, sejauh yang saya ketahui trending topic ala Indonesia ini lebih banyak yang tidak bermanfaat kalau tidak ingin dikatakan ‘memalukan’. Mengapa? Coba anda bayangkan ketika “SBY Kafir”, “Tabok Selena”, “Dinikahin Justin” dan masih banyak lagi yang lebih parah dengan bahasa alaynya menjadi trending topic Twitter di dunia. Orang-orang (termasuk pengguna Twitter dari negara lain) akan bertanya tentang makna dari topik tersebut. Bahkan tidak jarang dari mereka kesal dengan trending topic yang asal ini. “Indonesia kurang kerjaan,” demikian terkadang gerutu mereka. Sebagian dari kita malah bangga dengan hal tersebut, tidak jarang juga kita membaca komentar “Wow…,” dari pengguna Twitter asal Indonesia menanggapi trending topic yang tidak lucu ini.


















Apa yang bisa kita banggakan dengan trending topic semacam hal di atas? Jika tidak ada, berhentilah membuat trending topic sampah itu. Mengapa kita tidak buat saja trending topic yang membanggakan seperti yang pernah ada, seperti: “Indonesia Unite”, “Support Timnas” dan masih banyak lagi. Bukankah kita mempunyai banyak hal yang pantas untuk kita banggakan? Begitu kayanya kebudayaan kita, begitu banyaknya tempat-tempat menarik di Indonesia, begitu banyaknya juara-juara olimpiade sains dari Indonesia. Mengapa kita tidak membanggakan hal itu..? Mari, hentikan trending topic sampah itu, mari ktia bangga untuk sesuatu yang memang yang layak kita banggakan! Indonesia Bisa…!


Bukan Berat Beban yang Membuat Kita Stress, Tetapi Lamanya Kita Memikul Beban Tersebut

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut perkiraan anda segelas air ini?" 
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. 
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
 
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

 "Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
 istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi.
 
Jadi sebelum pulang ke rumah dari tempat anda bekerja, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya... 
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.