Dalam dunia bisnis, para produsen atau penjual pasti akan mengedepankan ungkapan "Pelanggan/Pembeli adalah Raja". Ungkapan ini sebisa mungkin akan diaplikasikan oleh para produsen atau penjual melalui pemberian pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya.
Akan tetapi, ternyata ungkapan ini tidak selamanya harus diimplementasikan dalam kehidupan kita. Demikian menurut sebagian orang, berdasarkan apa yang saya lihat dan saya saksikan dan mungkin diialami oleh jutaan rakyat di negeri ini.
Ok, saya ga akan banyak berteori dalam tulisan ini, saya ingin menceritakan fakta yang sudah 'telanjang' saja..
Saudara saya yang berencana pulang ke kampung halaman berhubung ada momen natal ini, sangat 'kesulitan' untuk mendapatkan tiket transportasi, tiket yang resmi dengan harga yang resmi pula tentunya, bukan tiket abal-abal dengan harga diluar logika. Seperti biasanya, setiap menjelang hari libur lebaran atau natalan. Harga tiket transportasi udara akan mengalami lonjakan yang sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari ketinggian pesawat saat terbang. Hal seperti ini terjadi hampir di seluruh wilayah INDONESIA ini, termasuk di daerah tempat saya berdomisili, di Batam. Tidak ada pilihan bagi orang-orang dengan anggaran ikat pinggang ketat, kecuali mencoba peruntungan memburu tiket PELNI dengan harapan harga relatif lebih murah dibandingkan dengan harga tiket pesawat. Memang benar, ada tiket promo dari berbagai maskapai penerbangan yang menawarkan beberap lembar tiket dengan harga lebih murah. Akan tetapi, tidak semua orang juga beruntung mendapatkan tiket promo ini, karena jumlahnya yang terbatasa dan juga karena faktor lain.
Persoalan tidak serta merta selesai saat kita memutuskan untuk menggunakan moda transportasi laut. Kok bisa....?
Ya bisa, karena tiket yang disediakan di loket penjualan resmi biasanya sungguh sangat terbatas.
Trus, tiket yang lain diapain...?
Ya elah, di distribusikan lewat calo bos....
Parah.....!
Tidak mengherankan jika pada saat ini banyak calo bersukacita di atas penderitaan para calon penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang, Batam.
Mereka beroperasi layaknya seorang malaikat, merasa sangat dibutuhkan oleh para calon penumpang.
Memang demikianlah faktanya, puluhan calo dengan puluhan bahkan ratusan lembar tiket di tangan masing-masing. Dengan seenaknya menyebutkan angka-angka untuk tiap lembar tiket yang akan mereka lepas.
Jika sudah demikian, pelanggan bukan lagi Raja. Tapi, CALO ADALAH RAJA
Apakah pihak berwenang tidak tahu menahu...?
Wallahu a’lam
Adirisno Nadeak
"...Kita Tidak Harus Hebat Untuk Memulai Sesuatu, Tetapi Kita Harus Memulai Untuk Menjadi Hebat..."
Surat Buat Pengurus PSSI
Yang terhormat Pimpinan PSSI
Salam sejahtera bagi kita semua...
Pak Djohar Arfin Husein yang terhormat, belum genap seminggu kepemimpinan Bapak di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Pak Dohar beserta jajaran komite eksekutif telah berhasil memberikan sebuah kejutan yang tidak lucu menurut kami penggemar sepakbola Indonesia. Bagaimana tidak, Bapak dengan alasan yang terkesan dibuat-buat mendepak Alfred Riedl dari kursi pelatih Tim Nasional Indonesia. Kejutan ini jadi lebih terasa menyakitkan mengingat dalam waktu dekat TIMNAS harus berjibaku dalam ajang Pra Piala Dunia menghadapi Turkmenistan.
Mungkin kami hanya sebagian dari masyarakat bodoh yang entah kenapa begitu mencintai sepakbola Indonesia dan ingin melihat sepakbola Indonesia berdiri sejajar di lapangan hijau dan di luar lapangan setidaknya untuk kawasan Asia, jika terlalu muluk-muluk untuk berkeinginan di tingkat dunia.
Kami mengetahui (lewat media) bahwa Bapak, dkk terpilih secara sah lewat Kongres Luar Biasa yang diadakan belum lama ini. Kami merasa sangat bersyukur atas terpilihnya Bapak, setidaknya kami tidak melihat mimpi buruk itu menimpa PSSI lewat sanksi yang kemungkinan dijatuhkan FIFA jika kongres gagal.
Kembali lagi ke 'surprise' yang baru Bapak, dkk berikan.
Sejujurnya kami tidak dapat memahami keputusan yang Bapak ambil dengan memecat Alfred Riedl. Berhembus kabar, alasannya adalah karena Pak Alfred Riedl tidak mempunyai kontrak dengan PSSI, Bapak tidak menemukan kontrak Alfred Riedl di PSSI, satu lagi kabarnya Pak Alfred Riedl hanya dikontrak secara personal dengan Bpk. Nirwan D. Bakrie yang kebetulan juga sebagai wakil ketua umum pada saat itu.
Kami sgt mendukung hal ini jika dilakukan demi pembenahan dan penataan kembali di tubuh PSSI. Akan tetapi kami kecewa, langkah-langkah ini diambil terkesan tanpa ada konfirmasi dengan pengurus PSSI yang lama dan dengan Alfred Riedl sendiri untuk memahami duduk persoalan.
Sejatinya Pak Alfred Riedl tidak terlalu mengecewakan jika tidak ingin Bapak anggap berprestasi selama kurang lebih 1 tahun menukangi Timnas Indonesia. Kami berkeyakinan dia sangat dicintai (baca: dihormati) para pemain dan juga dicintai oleh para penikmat bola di tanah air. Sikap disiplin dan tegas yang menjadi ciri khas Pak Alfred Riedl sangat dibutuhkan dalam sepakbola.
Masih segar dalam ingatan kita, pada perhelatan AFF Suzuki Cup di bulan Desember tahun lalu, betapa sepakbola kita seakan terlahir kembali, euforia dimana-mana, lagu Garuda di Dadaku begema di setiap sudut penjuru tanah air, yel-yel Indonesia....Indonesia...membahana, rasa bangga dan haru berkobar tak kala lagu Indonesia Raya berkumandang sebelum pertandingan dimulai.
Karena apa?
Karena Timnas yang selama ini menjadi bahan ejekan menjelma menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa.
Karena siapa?
Tentu karena para Laskar Garuda yang bermain sepakbola, bukan berpolitik.
Tentu karena didukung juga oleh seorang pelatih bertangan dingin, dialah Alfred Riedl. Pelatih yang masih diharapkan para pemain dan masyarakat pecinta sepakbola nasional menukangi Timnas.
Tanpa bermaksud mengesampingkan jasa dan upaya pihak-pihak terkait yang berbuat untuk TIMNAS, beliaulah (Alfred Riedl) yang setidaknya berjasa besar untuk kebesaran TIMNAS akhir-akhir ini????
Jika memang alasan bapak memecat Alfred Riedl adalah karena Alfred Riedl tidak mempunyai kontrak resmi dengan PSSI, Bapak bisa membuat kontrak baru Alfred Riedl dengan PSSI bukan?
Kami hanyalah orang 'kecil' yang tidak mempunyai kekuasaan apa-apa, akan tetapi bukan berarti kami juga tidak berhak untuk mengetahui duduk persoalan yang berkepanjangan ini. Jika memang benar alasan Bapak dalam hal pemecatan Pak Alfred Riedl, saya hanya berharap Bapak bisa buktikan kebenarannya kepada kami masyarakat Indonesia. Kami butuh keterbukaan dan kami butuh transparansi.
Selamat bertugas buat Bapak dan kepada para anggota 'kabinet'. Semoga dibawah kepemimpinan Bapak, sepakbola tidak menjadi alat politik. Terimakasih
"...Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang.
Kobarkan semangatmu, tunjukkan sportifitasmu
Ku yakin hari ini pasti menang..."
Salam
Membuat Fungsi “TERBILANG” pada Microsoft Excel
Ini salah satu cara bagaimana menerjemahkan angka ke dalam kata-kata dengan Visual Basic for Application dan nantinya akan dikenali sebagai macro. Fungsi dalam list program yang dipakai nantinya sebenarnya dapat digunakan pada aplikasi MS Office atau aplikasi Visual Basic lainnya namun pada bahasan ini dibatasi pada penggunaan dalam aplikasi MS Excel karena keterbatasan pengetahuan penulis. Bagi yang sudah terbiasa pada penggunaan Visual Basic Editor pada MS Excel dapat langsung ke bagian list program.
Fungsi tersebut akan berguna:
Menerjemahkan angka ke dalam kata-kata sampai dengan 15 digit termasuk nilai desimal (ratusan triliun apabila tanpa nilai desimal). Angka 15 digit ini merupakan nilai yang dapat ditampung MS Excel sebelum dirubah ke nilai exponen.
Desimal yang diterjemahkan sampai dengan dua angka dibelakang koma.
Mengenal 4 Style, yaitu cara penulisan huruf besar/kecil-nya.
Bebas menggunakan satuan yang diinginkan.
Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
- Buka aplikasi MS Excel, apabila secara otomatis tidak muncul workbook baru (atau Book 1) maka bukalah Workbook baru dari File > New… (Ctrl+N);
- Pada workbook baru pada sheet mana saja pilihlah Tools > Macro > Visual Basic Editor atau dengan shortcut Alt+F11.
- Setelah itu akan muncul window baru bertitle Microsoft Visual Basic. Pilih Insert > Module. Pada Module 1 yang baru dibuat, letakkan kursor pada bagian Code. Apabila belum muncul atau beralih ke bagian tersebut pilih View > Code (F7).
- Pada lembar kosong tersebut copy paste-kan list program dibawah ini
Inspirasi: Qianjin Menulis Novel dengan Bibir
Banyak jalan menuju Roma. Mungkin itu yang membuat Wang Qianjin tak mengubur mimpinya menjadi penulis novel. Meski tangannya lumpuh, ia masih bisa mengandalkan gerak bibir untuk menulis kisahnya huruf demi huruf ke layar komputer.
Gadis 18 tahun asal Zhenjiang, Provinsi Jiangsu, China bagian timur, itu menderita lumpuh otak atau cerebral palsy.
Selain sulit menggerakkan tangan, penyakit itu juga membuat Wang kesulitan berkomunikasi. Ia hanya mengandalkan komputer untuk berhubungan dengan dunia luar.
Meski tak pernah mengenyam pendidikan formal di sekolah, ia sangat fasih berkomunikasi dalam bahasa China, walau lewat ketikan di layar komputer. Ia juga memahami bahasa Jepang dan Korea.
“Saya banyak menonton drama TV yang ada tulisan terjemahannya di layar. Saya mempelajari itu sekaligus pengucapannya. Saya selalu ingat semua setelah menontonnya sekali,” katanya seperti dikutip dari laman orange.co.uk.
Hanya bisa berkomunikasi melalui komputer, Wang sangat menikmati dunia maya. Ia menulis banyak kisah dengan nama samaran ‘The Exiles Fairy’. Karya terbarunya, kisah cinta sepanjang 200 ribu karakter yang menggambarkan perjalanan seorang gadis dari keluarga kaya yang jatuh cinta dengan seorang gangster.
Ia mengunggah kisahnya bab demi bab. Mendatangkan lebih 340 ribu pengakses. “Banyak pembaca meninggalkan pesan untuk saya, meminta saya untuk meng-update lebih cepat, tapi saya hanya bisa menulis secepat saya bisa,” katanya.
Kini, ia berjuang keras menyelesaikan novelnya sesuai kontrak dengan seorang penerbit online yang menggandengnya. “Saya menulis mulai jam 9 pagi hingga 1 malam. Selain makan dan tidur, saya menghabiskan seluruh waktu saya di depan komputer.”
Ayahnya, Wang Yunqi, baru menyadari bakat dan kehebatan putrinya setelah seorang penerbit online menawarkan kontrak kerja sama untuk sebuah novel. “Dia hanya tinggal di rumah dan tidak pernah sekolah. Sulit untuk percaya bahwa dia dapat menulis, bahkan menulis novel,” kata sang ayah.
Celebral palsy merupakan penyakit yang ditandai dengan terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan berpikir.
Penyebabnya belum dapat dipastikan. Namun, banyak yang beranggapan terjadi akibat kelahiran prematur sehingga bagian otak belum berkembang sempurna, bayi lahir tidak langsung menangis sehingga otak kekurangan oksigen, atau adanya cacat tulang belakang dan pendarahan di otak.
Terlepas tingkat keparahan penyakit itu, sosok Wang telah menginspirasi banyak orang untuk tak menyerah dengan keadaan.
Sumber: Tribun Batam
Sumber: Tribun Batam
Indonesia, Mari Kita Hentikan “Trending Topic” Sampah Itu….!
Twitter, mungkin suatu istilah yang tidak asing lagi dengan kita. Dan bahkan bisa jadi kita adalah salah satu pengguna yang cukup sering menjelajahi jejaring sosial yang satu ini. Pada ‘coretan’ yang singkat ini kita tidak ingin membicarakan tentang siapa yang menciptakan Twitter, kapan Twitter mulai diluncurkan?, Berapa pengguna Twitter saat ini? dan berbagai hal umum lainnya tentang Twitter. Adalah tentang trending topic yang akan kita bahas. Ya, trending topic, yakni sebuah topik pembicaraan yang menguasai jejaring ini pada suatu rentang waktu tertentu.
Apakah anda termasuk orang yang terperangah ketika mendapati trending topic yang agak aneh? Jika jawabannya ya, artinya bisa jadi anda merasakan hal yang sama dengan saya. Kita cukup sering disuguhi dengan trending topic ala Indonesia, ada yang (menurut saya) bersifat positif dan tentunya juga yang bersifat negatif. Akan tetapi, sejauh yang saya ketahui trending topic ala Indonesia ini lebih banyak yang tidak bermanfaat kalau tidak ingin dikatakan ‘memalukan’. Mengapa? Coba anda bayangkan ketika “SBY Kafir”, “Tabok Selena”, “Dinikahin Justin” dan masih banyak lagi yang lebih parah dengan bahasa alaynya menjadi trending topic Twitter di dunia. Orang-orang (termasuk pengguna Twitter dari negara lain) akan bertanya tentang makna dari topik tersebut. Bahkan tidak jarang dari mereka kesal dengan trending topic yang asal ini. “Indonesia kurang kerjaan,” demikian terkadang gerutu mereka. Sebagian dari kita malah bangga dengan hal tersebut, tidak jarang juga kita membaca komentar “Wow…,” dari pengguna Twitter asal Indonesia menanggapi trending topic yang tidak lucu ini.
Apa yang bisa kita banggakan dengan trending topic semacam hal di atas? Jika tidak ada, berhentilah membuat trending topic sampah itu. Mengapa kita tidak buat saja trending topic yang membanggakan seperti yang pernah ada, seperti: “Indonesia Unite”, “Support Timnas” dan masih banyak lagi. Bukankah kita mempunyai banyak hal yang pantas untuk kita banggakan? Begitu kayanya kebudayaan kita, begitu banyaknya tempat-tempat menarik di Indonesia, begitu banyaknya juara-juara olimpiade sains dari Indonesia. Mengapa kita tidak membanggakan hal itu..? Mari, hentikan trending topic sampah itu, mari ktia bangga untuk sesuatu yang memang yang layak kita banggakan! Indonesia Bisa…!
Bukan Berat Beban yang Membuat Kita Stress, Tetapi Lamanya Kita Memikul Beban Tersebut
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut perkiraan anda segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi.
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar & mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari tempat anda bekerja, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...
Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Di SAMSAT Kepri, Kesabaran & Mental Kita Diuji
Senin, 4 April 2011, saya harus berurusan dengan instansi ini untuk pembayaran Pajak sekalian ganti STNK.
Di awal Saya beranggapan bahwa waktu 2 jam waktu yang cukup menurut saya untuk meyelesaikan urusan saya, dan saya pun memutuskan tidak perlu cuti, cukup ijin sekitar 2 jam saja dari tempat saya bekerja. Namun apa yang terjadi? Inilah prosedur yang harus saya lalui:
1. Pengambilan Formulir Cek Fisik
Butuh setidaknya 15-20 menit waktu di loket ini
2. Cek Fisik Kendaraan Bermotor
Petugas cek fisik melakukan tugasnya dengan sigap, tanpa kita bilangin juga kita pasti akan ditanyakan.
Setelah selesai, "Sudah selesai Pak, kasih seikhlasnya saja" terdengar suara dari petugas. Utk urusan ini, tanpa ddibilang seperti itu pun saya pasti akan memberikannya uang, daripada kita cek fisik sendiri.
3. Pengesahan Berkas
Silahkan ditunggu 10-15 Menit
4. Fotocopi Berkas yang Sudah Disahkan
Jika anda kurang berkenan utk memotocopi di luar, silahkan berdesakan dan harap sabar menunggu 20-30 menit. Biaya fotokopinya Rp 600/lembar (harga ini yang dibebankan ke saya)
5. Pemeriksaan Berkas
Untuk mendapatkan formulir Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor (SPPKB) dan Formulir Permohonan STNK. Sangat cepat, ga nyampai 2 menit.
6. Pembanyaran Permohonan Pembuatan STNK di loket Bank BRI
Bianyanya Rp 80.000,- (tergantung jenis kendaraan kita)Tinggalkan berkas, dan silahkan menunggu 20-30 menit
7. Pendaftaran di ruang arsip
Berkas tetap kita pegang, silahkan menunggu sementara petugas mencari berkas kita di gudang arsipAgak lama, maklum berkas di SAMSAT itu sangat banyak dan bisa jadi sistem penyimpanannya agak kacau karena keterbatasan ruang arsip. Siapa yang tahu?
Butuh 1,5 - 2 jam untuk menemukan berkas kita. Jika kita sudah dipangil, serahkan berkas anda (Ingat: BPKB tetap kita yang pegang)
8. Penelitian Berkas
Disinilah puncaknya kesabaran kita diuji, relakan waktu anda setidaknya 2,5-4 Jam di loket ini. Tetap perhatikan, jangan sampai anda sudah dipanggil tapi anda tidak mendengarnya. Wah..ga kebayang deh klu sampai terlewat.
9. Pembayaran Pajak
Urusan ini kita selesaikan di loket Bank BUKOPIN, butuh waktu +/- 1 jam menunggu nama kita dipanggil
10. Pegambilan STNK
Tetap menunggu +/- 1 Jam-an juga
11. Perubahan Nama atau NOPOL di BPKB
Hal ini jika nama atau nopol Kendaraan anda harus dirubah pada BPKP (mis: balik nama). Kemungkinan anda harus kembali esok hari, karena loket tutup sebelum jam 16.00
12. Pembuatan Plat Kendaraan Bermotor
Untuk saat ini, khusus kendaraan bermotor roda dua plat tidak tersedia. Silahkan datang bulan depan
Kisah di atas adalah kisah yang saya alami, dan apa yang saya alami juga dialami oleh kawan2 yang kebetulan juga sedang berurusan di hari yang sama. Saya tidak tau apa penyebabnya. Apakah ada imbas dari perubahan plat mobil dari seri-X ke seri Z yang sedang diterapkan saat ini? Atau Apakah sistemnya yang bermasalah? atau Apakah SDM-nya yang tidak kompeten? Biarlah SAMSAT dan aparat pemerintah ini yang menjawab.
Yang pasti kita harus siapkan segala sesuatunya sebelum berurusan dengan SAMSAT, seperti komentar salah satu teman saya di status facebook saya sebelumnya, begini komentarnya:
"jangan lupa sediain uang untuk Ft copy n beli makanan atau koran utk di baca, (belum ada aturan yang melarang, mungkin boleh juga bawa bantal dan kasur karena berjam-jam akan menunggu, yang senang music bawalah hp yg bisa mp3 beserta headsetnya biar ga ganggu org lain) itu mungkin tambahan dari yang sudah disebutin bung nadeak, satu pesan saya "jangan pernah sungkan bertanya kepada petugas loket setelah ini saya kemana/berurusan di loket mana???" oke take care Gbu"
Inspirasi: Zhang Da, Pemuda China yang Luar Biasa...!
Di Provinsi Zhejiang, China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya sangat besar kepada Papanya. Hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang tinggi kepadanya.
Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telahmelakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.
Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit. Sejak umur 10 tahun, ia mulai bertanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da Menyuntik Sendiri Papanya
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Kita sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi kita baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, saya pun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
Aku Mau Mama Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, nanti kalau besar mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu" Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!" demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap. Banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, kita tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya?, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit?, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan maka semua yg melihatnya akan membantunya? Sungguh kita tidak mengerti, tapi yang kita tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. "Aku Mau Mama Kembali", sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya. Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi pada diri kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap- tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….bangkitlah! Karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.
Label:
Anugerah,
Bersyukur,
Bertanggungjawab,
China,
Hidup,
Inspirasi,
Kehidupan,
Luar biasa,
motivasi,
Pantang Menyerah,
Perjuangan,
Tabah,
zhang da,
Zhejiang
Langganan:
Postingan (Atom)




